Unidentified Walking Object - UWO

Consumes Hopes and A Glass of Iced Tea

Sesat

diposting oleh andikahilman-fk12 pada 21 June 2015
di Seni - 8 komentar

 

Adam menutup buku hariannya. Ia menaruh pulpennya di atas meja. Ia mematikan lampu tidur dan berbaring di tempat tidurnya. Ia menarik selimutnya sampai menutup seluruh tubuhnya, kecuali kepalanya. Ia tersenyum. Adam lalu membalikkan badan ke kanan untuk menatap kekasih tersayangnya. Sayangnya tidak ada siapapun di sampingnya. Senyuman Adam tiba-tiba hilang. Ia kembali menatap langit-langit kamarnya. Ia melihat sticker glow in the dark berbentuk bintang-bintang yang ia tempel tempo hari. Adam lalu bangkit dan duduk di pinggir tempat tidurnya. Ia merasa ada yang salah dengan hidupnya. Ia lalu meraih sebotol minuman beralkohol di atas meja dan meminumnya beberapa teguk. Adam kembali melihat ke langit-langit kamarnya yang tampak semakin bersinar.

Adam masuk ke kamar mandi dan menyalakan keran air. Ia membasuh tangannya lalu berwudhu. Ia merasakan dinginnya air di malam hari yang satu-satu masuk ke dalam pori-pori kulitnya. Matanya yang merah yang kini kembali menjadi putih. Adam membasuh kakinya dan menutup keran tersebut. Ia keluar dari kamar mandi. Adam mengambil sarung dan menggelar sajadah sholatnya. Adam mengangkat kedua tangannya ke udara.

Pada suatu sore Adam duduk di sebuah ayunan. Ia ingat sekali letak ayunan tersebut pada taman yang ia datangi. Ada dua ayunan yang berdampingan di situ dan Adam duduk di ayunan yang berwarna merah. Kekasihnya duduk di ayunan sebelahnya, yaitu yang berwarna biru. Setelah berpamitan, kekasihnya lalu meninggalkan Adam pergi sendirian. Adam melambaikan tangan dan dibalas balik oleh orang yang paling ia sayang tersebut. Perlahan ia melihat punggung itu semakin menjauh pergi. Adam tersenyum. Ini hari pertamanya secara resmi berpacaran dengannya. Ini kencan pertamanya dan Adam masih belum percaya bahwa hal ini benar-benar terjadi.

Sejenak ia melihat anak-anak kecil yang berlarian di taman sore itu. Mereka saling bercanda dan tertawa, senang sekali melihatnya. "Kapan ya aku punya anak-anak lucu seperti itu?" tanya Adam dalam hatinya. Ia lalu menghela nafas. Ia melihat pohon-pohon hijau yang rindang dan telah menyejukkan hatinya sore itu. Ia merasakan angin yang sepoi-sepoi seolah mengiyakan apa yang ia rasakan saat itu. Ia lalu melihat awan yang meniup angin-angin tersebut. Putih, tak berbentuk, tetapi tetap indah. Adam tidak yakin, apakah angin atau langit yang biru yang lebih indah sore itu. Yang jelas ia bahagia sekali. Itu adalah detik-detik yang sempurna dalam hidupnya.

Beberapa saat kemudian hapenya berbunyi, tanda sms masuk. Ternyata dari kekasihnya. Ia pun membaca pesan singkat tersebut.

"Terima kasih ya buat hari ini :)"

"Iya... sayang :)" jawab Adam. Selang semenit kemudian kekasihnya menjawab pesannya dengan sebuah emot kecil. Adam membisu melihat smiley tersebut.

":*"

Adam mengucapkan salam terakhir. Ia lalu duduk terdiam di atas sajadahnya. Ia menatap gambar masjid di sajadahnya yang hampir tidak kelihatan karena gelapnya kamarnya malam itu. Satu-satunya cahaya di kamar tersebut hanyalah bintang-bintang yang menghiasi langit kamarnya. Adam menatap satu-satu bintang tersebut.

Adam berbisik pada Tuhan,"Bintang bertaburan di kamarku, tetapi aku masih merasa tersesat. Kupanjantkan doa hanya untuk-Mu, tetapi aku masih merasa tersesat. Mengapa aku masih bertanya-tanya, Tuhan, tentang perasaan ini?"

Adam mengambil hapenya dan membaca ulang pesan singkat yang kekasihnya kirimkan sore itu. "Salahkah Adam, Tuhan, yang tidak berhasil menemukan Hawa-Mu?"

8 Komentar

1. inka

pada : 04 October 2015

"ceritanya bagus :) jadi ini tentang adam dan hawa dalam arti yang lain?"


2. Andika

pada : 06 October 2015

"To inka: Makasih :)
Pas nulis nggak bermaksud remake kisah adam-hawa sih, tapi kurang lebih seperti itu. Realita Adam jamn sekarang :v"


3. inka

pada : 25 October 2015

"pernah ga terfikir ini dibuat film pendek-mungkin-?"


4. Andika

pada : 31 October 2015

"to Inka:
Hmm boleh juga :) Ide bagus. Kalo kamu punya ide untuk mengkrongkitkan cerpen ini ke film pendek boleh banget kasih tau aku :)"


5. inka

pada : 31 October 2015

"mungkin, tapi gatau kapan hehehe eh tapi aku baca di ceritamu yang lain dlm blog ini katanya udah ga pengen bikin film?"


6. Andika

pada : 01 November 2015

"To Inka: Mungkin kamu salah nangkep. Kalo gak salah emang semester 4 lalu aku mau rehat sebentar. Alhamdulillah smt 4-nya udah lulus, hehehe...."


7. inka

pada : 10 November 2015

"alhamdulillah, selamat ya kamu berhasil melewati 1 tangga hehehe
oalah, mungkin iya salah tangkap. eh tanggal 5 sm 6 kemarin psikologi UA mengadakan psikologi film festival, kamu gak lihat?"


8. andika

pada : 18 November 2015

"alhamdulillah~ ;)

iya lihat kok, Inka "


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   
   

Jadwal Sholat Surabaya

Film Pertamaku

Back To Top Widget

CCTV Widget

Sharing Widget

Pengunjung

    195.404